INFO NABIRE
Home » Blog » Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan Nabire Sosialisasikan Penyakit PMK kepada Peternak Sapi

Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan Nabire Sosialisasikan Penyakit PMK kepada Peternak Sapi

Nabire, Setelah sukses menggelar Sosialisasi Penyakit Hewan Menular Strategis CSF (Hog Cholera) bagi para peternak babi yang ada di kabupaten Nabire sehari sebelumnya, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Peternakan kabupaten Nabire kembali menggelar Sosialisasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi para peternak sapi yang ada di kabupaten Nabire.

Sosialisasi PMK dilaksanakan di Aula SMK Negeri 1 Nabire, Kamis (19/10) pagi, diawali doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kegiatan dilanjutkan pemaparan materi dengan nara sumber drh. Ni Kadek Marliani, drh. Maria Ferawati Magai dan Mantri Yustinus Simbiak, A.Md.

Adapun materi yang dipaparkan yaitu prosedur manajemen umum pada ternak sapi yang dibawakan oleh Mantri Yustinus Simbiak, A.Md.

Sementara materi lainnya tentang gejala klinis penyakit PMK, penanganan penyakit PMK dan pencegahan penyakit PMK disampaikan oleh drh. Ni Kadek Marliani.

Dijelaskan bahwa kerugian dari dampak penyakit PMK ini bukan hanya dirasakan oleh peternak, namun juga dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Potensi kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh PMK ini tidak hanya pada peternak yang mengalami penurunan produktivitas hingga kehilangan hasil, akan tetapi kerugian secara luas.

Mengingat besarnya potensi kerugian ekonomi yang dapat ditimbulkan oleh penyakit PMK ini, maka sangat perlu upaya edukasi kepada masyarakat tentang upaya pencegahan dan penanganannya.

Salah satu pencegahan penyakit ini adalah pemberian vaksin pada ternak serta pengawasan lalu lintas ternak. Namun karena kabupaten Nabire masih bebas dari PMK maka tidak dilakukan vaksinasi seperti di daerah zona merah positif PMK.

Kepada Nabire.Net, Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita, menjelaskan, maksud dilaksanakannya kegiatan hari ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada petani peternak sapi khususnya untuk bisa memahami dan mengetahui apa itu penyakit PMK.

Ditambahkan drh. I Dewa Ayu Dwita, sekalipun pulau Papua khususnya Nabire masih dikatakan zona hijau/bebas PMK, tetapi dengan melihat tingginya lalu lintas ternak dan produk pangan asal hewan yang keluar masuk Kabupaten Nabire, maka tidak menutup kemungkinan menjadi daerah beresiko tertularnya Penyakit PMK. Sehingga sangat penting memberikan pengenalan kepada masyarakat peternak mengenai penyakit PMK, agar pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular dapat tercapai sesuai tupoksi dari Bidang Keswan dan Kesmavet.

Di tempat yang sama, Nabirenet mewawancarai salah seorang peserta Sosialisasi, Ibu Agustina Howai dari Distrik Makimi. Kepada Nabirenet, Ibu Agustina mengatakan, ternak sapi yang dimiliki adalah 7 ekor, ditambah bantuan dari Ibu Gubernur yaitu 3 ekor sapi.

“Kendala yang saya temukan selama beternak yaitu cacingan dan kembung. Kembung ini mengakibatkan lumpuh total sehingga aktivitasnya terganggu. Harapan saya untuk Dinas Peternakan Nabire untul lebih sering-sering memberikan materi kepada kami yang ada di Distrik Makimi,” katanya.

Sehari sebelumnya, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Peternakan kabupaten Nabire, telah menggelar Sosialisasi Penyakit Hewan Menular Strategis CSF (Hog Cholera) bagi para peternak babi yang ada di kabupaten Nabire, Rabu (18/10/2023).

(Baca Juga : Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan Nabire Sosialisasikan Penyakit CSF kepada Peternak Babi)

Hasil yang diharapkan dari kegiatan Sosialisasi selama 2 hari ini adalah meningkatnya pelayanan teknis kepada masyarakat peternak melalui petugas medis dan paramedis Dinas Peternakan Nabire, tercapainya pelaksanaan program dan kegiatan bidang kesehatan hewan Dinas Peternakan Nabire serta sinkronnya program dan kegiatan teknis fungsional di bidang peternakan antara provinsi dan kabupaten/kota tahun 2023.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.