INFO NABIRE
Home » Blog » Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan Nabire Sosialisasikan Penyakit CSF kepada Peternak Babi

Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan Nabire Sosialisasikan Penyakit CSF kepada Peternak Babi

Tingkatkan Kesadaran Peternak Babi, Dinas Peternakan Nabire Gelar Sosialisasi tentang Penyakit CSF dan PMK
(Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan Nabire Sosialisasikan Penyakit CSF kepada Peternak Babi)

Nabire, Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit Classical Swine Fever (CSF) dan Penyakit Mulut dan Kuku termasuk gejala umum penyakit, penyebaran dan dampak dari penyakit, maka Dinas Peternakan kabupaten Nabire melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet, melaksanakan Sosialisasi Penyakit Hewan Menular Strategis CSF (Hog Cholera) bagi para peternak babi yang ada di kabupaten Nabire.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMK Negeri 1 Nabire, Selasa (18/10/2023) pagi, pukul 09.00 WIT, dibuka oleh Kepala Dinas Peternakan kabupaten Nabire, Melkias Yeimo ditandai pemukulan tifa.

Turut mendampingi Kepala Dinas sebagai pelaksana kegiatan yaitu Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita yang bertanggung jawab dalam kegiatan Sosialisasi, dengan jumlah peserta 50 orang peternak babi.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Peternakan kabupaten Nabire, Melkias Yeimo, mengatakan, Visi dan Misi dari Bapak Bupati Nabire adalah Nabire Aman, Mandiri dan Sejahtera, tetapi Misi Beliau ada sebanyak 5 Misi, salah satu Misi yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Dinas Peternakan adalah Misi ketiga yakni Meningkatkan Kedaulatan Ekonomi Kerakyatan yang Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal.

Sedangkan Visi dari Dinas Peternakan kata Melkias Yeimo adalah terwujudnya peningkatan penyediaan pangan hewan asal ternak yang berbasis sumber daya lokal di kabupaten Nabire. Visi ini terbagi dalam 8 Misi. Fokus dari Dinas Peternakan adalah Meningkatkan Kedaulatan Ekonomi Kerakyatan yang Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal.

Diuraikan Melkias Yeimo, kita berada di kabupaten Nabire yang memegang peranan penting hampir di semua sektor pembangunan secara khusus di bidang peternakan dan perlu mendapat perhatian secara serius dengan melibatkan peternak baik peternak babi maupun peternak sapi.

“Perlu kesiapan dari para peternak. Kalau kita tidak siap nanti usaha ternak rumahan kita atau yang sudah mengarah ke usaha yang lebih besar, jangan sampai kita ketinggalan atau kalah saing dengan keterbukaan pembangunan yang ada. Populasi ternak babi di kabupaten ini cukup tinggi. Dengan kondisi keterbukaan ini, kebutuhan akan daging semakin meningkat. Karena itu Bapak/Ibu mari kita bersama berusaha dengan kemampuan kita, dengan memanfaatkan apa yang ada di lingkungan kita untuk meningkatkan usaha baik itu ternak babi maupun sapi,” tutur Melkias Yeimo.

Diakhir sambutannya, Kepala Dinas Peternakan kabupaten Nabire, Melkias Yeimo, berharap kepada para peserta yang mengikuti sosialisasi ini dengan cermat. Selain itu, para peserta diharapkan bisa meneruskan informasi yang diterima dalam kegiatan ini kepada warga lainnya khususnya peternak lainnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Panitia Kegiatan, Matius Napan, S.Pt., mengatakan, hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pelayanan teknis kepada masyarakat peternak melalui petugas medis dan paramedis Dinas Peternakan Nabire, tercapainya pelaksanaan program dan kegiatan bidang kesehatan hewan Dinas Peternakan Nabire serta sinkronnya program dan kegiatan teknis fungsional di bidang peternakan antara provinsi dan kabupaten/kota tahun 2023.

Lanjut dikatakan, kegiatan akan dilaksanakan selama 2 hari, dengan sasaran di hari pertama untuk peternak babi dan di hari kedua untuk peternak sapi.

Tema yang diusung oleh Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Peternakan Nabire adalah “Melalui Kegiatan Sosialisasi Penyakit Hewan Menular, Kita Dukung Peningkatan Ekonomi Masyarakat dan Jaminan Keamanan Pangan Asal Hewan dengan Program, Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner.”

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan para peserta.

Saat diwawancarai Nabire.Net, Kepala Dinas Peternakan kabupaten Nabire, Melkias Yeimo, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman untuk masyarakat. Ketika ada peternak sapi dan peternak babi, mereka sudah bisa tahu gejala-gejala yang dimaksud sehingga mereka bisa melapor kepada petugas, para dokter hewan, untuk melakukan penanganan di tingkat dinas sendiri tetapi juga koordinasi lebih lanjut ke Bupati terkait bagaimana penanganan lebih lanjut.

Sementara saat diwawancarai Nabire.Net, Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita, berharap, melalui Sosialisasi ini, masyarakat khususnya para peternak babi bisa memahami pentingnya vaksinasi dalam mencegah CSF, sehingga tidak hanya melapor saat babi sakit, tetapi babi sehat pun wajib dilaporkan untuk mendapatkan vaksinasi, karena CSF tidak bisa diobati, namun bisa dicegah melalui vaksinasi.

(Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita di tengah)

“Program vaksinasi Hog Cholera adalah program tahunan dari Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet. Saat sudah terkena wabah tentu akan sangat merugikan secara ekonomi masyarakat karena tingkat kematiannya atau mortalitasnya sangat tinggi,” jelas drh. I Dewa Ayu Dwita, kepada Nabire.Net.

Ketua Panitia Kegiatan, Matias Napan, menjelaskan, untuk kegiatan bagi peternak sapi pada hari Rabu (19/10/2023), ia berharap kepada semua peserta yang mendapat undangan harus hadir karena ini sangat penting bagi para peternak yang ada di kabupaten Nabire. Diharapkan di tahun kedepan, kegiatan sosialisasi seperti ini bisa terus dilaksanakan.

Nabirenet di tempat yang sama berkesempatan mewawancarai salah seorang peserta atas nama Ibu Frida Ronsumbre yang beralamat di RT 18 dekat Polsek Nabarua.

Kepada Nabire.Net, Ibu Frida Ronsumbre menjelaskan bahwa hari ini dirinya bisa mengetahui banyak hal tentang kesehatan khususnya berkaitan dengan ternak babi.

Saat ditanya kendala yang dihadapi oleh Ibu Frida Ronsumbre dalam beternak, Ibu Frida yang memiliki 2 ekor babi mengatakan, kendala yang dihadapi diantaranya ternaknya (babi) mengalami mencret, kaki sakit dan bengkak, tetapi dirinya memberi daun untuk babi yang mencret sehingga sehat kembali. Sedangkan untuk babi yang kakinya sakit, kakinya disiram dengan air laut.

Ibu Frida Ronsumbre mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan sosialisasi ini sehingga kedepannya, dirinya bisa memelihara babi dengan baik sesuai apa yang disampaikan oleh Dinas Peternakan kabupaten Nabire.

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.