News & Info

Bendungan Wanggar & Nuhoa Nabire Dibangun Untuk Mengaliri Lahan Seluas 5200 Hektar

Share

(Dok.Bendungan SP1 Bumi Raya/Foto.Dems)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menilai potensi air di Papua dan Papua Barat lebih besar dibandingkan seluruh wilayah lain Indonesia. Karena curah hujannya paling tinggi sehingga mendukung pengelolaan Sumber daya air di Papua untuk pembangunan jaringan irigasi kecil serta pertanian.

Hal tersebut dituturkan Basuki Hadimuljono, senin 11 September 2017. Kementerian PUPR, kata Basuki, terus mendorong pembangunan dan rehabilitasi bendung, serta jaringan irigasi di kedua provinsi tersebut untuk mendukung ketahanan pangan di Pulau Papua. Untuk memasok kebutuhan irigasi, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua membangun Bendungan Wanggar dan Nuhoa di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.

Bendungan Wanggar dibangun untuk mengairi lahan seluas 3.200 hektare dengan debit air 2.582 meter kubik per detik. Pembangunan memakan biaya hingga Rp 435 miliar.

Sedangkan Bendungan Nuhoa dapat mengairi lahan pertanian seluas 2.000 hektare. Proyek senilai Rp 21,3 miliar yang dibangun sejak 2012 itu ditargetkan selesai pada akhir 2017.

Di wilayah Nabire, pemerintah tengah menyelesaikan saluran intake kiri pada Bendung Kalibumi dengan dana sebesar Rp 138,3 miliar. Luas daerah irigasi (DI) bendung itu mencapai 6.400 hektare yang terdiri dari 4.400 hektare pada daerah irigasi Kalibumi Kanan dan 2.000 hektare pada daerah irigasi Kalibumi Kiri.

(Sumber)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.