Awal Juli 2014, Tunggakan PLN Nabire Naik Jadi 8,2 Miliar, Pelanggan Listrik Nabire Tidak Punya Kesadaran

4

Kepala PLN Nabire, Manihar Hutajulu, mengatakan. hingga awal juli 2014, sesuai data administrasi & keuangan PLN Nabire, masyarakat pelanggan listrik di Nabire menunggak pembayaran sebesar 8,2 Miliar rupiah. Ini artinya tunggakan tersebut mengalami kenaikan 1 Miliar rupiah dari data sebelumnya di bulan juni 2014 yang tercatat tunggakan PLN Nabire sebesar 7,2 Miliar rupiah.

Menurut Manihar Hutajulu, jika dilihat tunggakan listrik sebesar itu, seakan-akan warga kota Nabire yang tidak membayar listrik tersebut sudah tidak membutuhkan listrik lagi.

“Padahal pihak PLN Nabire sendiri, sudah berupaya semaksimal mungkin 24 jam untuk memberikan pelayanan listrik yang terbaik kepada masyarakat di kota Nabire. Jika hal ini terus dibiarkan, dan warga tidak menyadarinya, maka sudah dipastikan PLN Nabire akan merugi, karena antara penjualan dan pendapatan tidak berimbang, sedangkan suku cadang dan biaya operasional tidak bisa ditunda dalam memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat,” tutur Manihar.

Ditambahkan Manihar, jumlah pelanggan pengguna listrik di Nabire sebanyak 28 ribu lebih pelanggan, sehinga toleransi tunggakan maksimum seharusnya adalah 700 juta rupiah. Tapi ternyata justru melampaui batas sebesar 8,2 Miliar rupiah, dan hal ini adalah rekor tunggakan paling buruk se-Indonesia.

Untuk mengurangi dampak dari tunggakan yang sudah melampaui batas ini, Manihar mengatakan, PLN Nabire akan melakukan pemutusan listrik kepada warga Nabire yang sudah menunggak pembayaran lebih dari 3 bulan agar memberikan efek jera kepada pelanggan. Selain itu, di tahun 2014, pihak PLN Nabire secara bertahap akan mengganti meteran listrik lama menjadi meteran listrik pra bayar, supaya warga bisa menggunakan listrik sesuai kemampuannya dalam membeli pulsa listrik. Meter prabayar listrik ini akan diterapkan dari perkotaan hingga pedesaan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *