Anton Boma : Gubuk Untas, Kediamanku, Penyelamatku

(Gubuk Untas Jayapura)



Jayapura – Setiap insan tak bisa lupa dengan pengalaman hidup yang pernah dialami. Yang bisa disebut pengalaman adalah tindakan seseorang yang pernah dilakukan sebelumnya, sejak usia dini sampai saat ini, baik itu sisi positif maupun negatifnya.

Pengalaman itu saat diceritakan, yang baik selalu diceritakan namun yang tidak baik atau tak menguntungkan, selalu dibiarkan begitu saja.

Saat diceritakan sama orang lain tentang pengalaman kita, pendengar akan dimemperluaskan sesuai dengan ceritra kita, baik itu disisi positif maupun negatifnya.

Untuk itu, alangkah baiknya tindakan efektif yang kita lalui, itulah yang diceritakan oleh banyak orang dari pada tak efektif yang diperluaskan oleh banyak orang.

Salah satu contohnya, saat ini kami pelajar atau mahasiswa, sekelompok orang menyinap di gubuk Universitas Cendrawasih Atas atau sering disebut “UNTAS” tapi kami pun akan lupa dengan hal itu setelah kami dapat posisi yang layak setelah bekerja nanti.

Artinya bahwa saat saya ditingkat pelajar atau mahasiswa, biasanya saya nginap di gubuk atau asrama mana, apakah itu di “Tewei, Asrama Kasih Hagar, Bhayangkara, Asrama Kamkey atau tempat lain. Hal itu yang sedang terjadi dalam unversitas kehidupan manusia saat ini.

(Penulis, Anton Boma)

Untuk itu, saya pesan kepada senioritas dan junioritas yang saat ini ada di gubuk Untas bahwa jangan lupakan gubuk ini, karena dialah kediamanku dan kediamanmu yang mana pernah menyelamatkan kami saat kami melanjutkan pendidikan di kota studi Jayapura sini.

Menurut saya, senior saya atau alumni gubuk Untas sekitar beberapa orang yang saat ini sudah mendapatkan posisi yang layak tapi sedih atau anehnya, satu pun belum pernah injak gubuk ini kembali yang pernah menyelamatkan dia.

Bukan kami mintah sesuatu apapun dari senioritas tapi “kami” kecewa karena mengapa senioritas untas melupahkan gubuk derita ini ?

Cerita singkat diatas ini diceritakan oleh salah satu pelajar penghuni gubuk untas. Saat dia ceritakan secara singkat asal asul gubuk Untas, sangatlah disayangkan, sebab dia lontarkan kata secara universalitas demi generasi mapiha, Dogiyai, Papua yang akan datang.

Mengapa ? Dia ceritakan secara singkat tentang  gubuk Untas karena menurut dia, burung pun selalu keluar masuk dari sarangnya, apa lagi manusia, sangat membutuhkan rumah, kata dia waktu itu.

Oleh karena itu, senioritas SIMAPITOWA yang pernah selesai dari gubuk Untas segera renovasi gubuk Untas, karena adik-adik kalian sangat membutuhkan gubuk tersebut sebagai tempat tinggal mereka.

Melihat generasi kedepan, maka gubuk Untas perlu direnovasi. Dan para mahasiswa baru akan menunggu solidaritas dari senior mereka, para alumni gubuk Universitas Cendrawasih Atas (Untas).

*Penulis, Anton Boma

[Nabire.Net]


One Response to Anton Boma : Gubuk Untas, Kediamanku, Penyelamatku

  1. Mepex berkata:

    sangat benar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *