Antisipasi Corona, Yayasan PESAT Nabire Liburkan Sekolah & Ibadah

(Yayasan PESAT Nabire)

Nabire – Merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19 ke Indonesia membuat semua warga harus melakukan tindakan antisipasi dan selaras dengan himbauan dari pemerintah baik pusat maupun daerah agar setiap elemen masyarakat dapat bekerja sama  dalam melakukan tindakan antisipasi bersama.

Terkait hal itu, Yayasan PESAT Nabire melakukan tindakan antisipasi tersebut. Salah satu tindakan antisipasi yang Yayasan Pesat lakukan adalah sosialisasi cara pencegahan Covid19 di setiap persekolahan Pesat dan tindakan “Social Distancing” .

Social distancing adalah praktik kesehatan yang bertujuan mencegah orang sakit melakukan kontak dalam jarak dengan orang sehat untuk mengurangi peluang penularan, bentuk sederhananya adalah dengan tidak mendatangi tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, food court, event besar yang dihadiri banyak orang, ruang publik, tempat pariwisata, dan lainnya.

(Kegiatan Yayasan Pesat Nabire dapat dibaca juga di pesatnabire.or.id)

Seperti masyarakat umum ketahui bahwa Yayasan Pesat memiliki pelayanan pendidikan dalam bentuk persekolahan dari TK sampai STMIK yang pastinya menjadi titik kumpul banyak orang.

Untuk melaksanakan tindakan social distancing di lingkungan pendidikan Pesat dan untuk mencegah penyebaran Covid19 maka Yayasan Pesat Nabire melakukan rapat internal bersama Dep. Pendidikan, Dep. Pelayanan, Ketua STMIK, Kepala-kepala Sekolah, dan Kepala-kepala Asrama, yang menghasilkan keputusan sebagai berikut :

1. Dari tanggal 18 – 31 Maret 2020 KB – SMA, STMIK diliburkan dengan ketentuan tangall 18 maret 2020. anak-anak masuk sekolah mengambil surat pemberitahuan dari sekolah yang dibuat oleh Dep. Pendidikan sekaligus tugas sekolah untuk anak-anak selama libur.

Sementara untuk SMK Libur mulai tgl 20 – 31 Maret 2020 karen masih melaksanakan UNBK

2. Kegiatan Pelayanan/Ibadah Yayasan Pesat Nabire yaitu Ibadah Komunitas setiap hari Jumat malam, Kaum Pria, dan Kaum Wanita dari tgl 18 – 31 Maret 2020 diliburkan

3. Selama libur sekolah dari Tangal 18 – 31 Maret 2020 Anak-anak Asrama GILGAL dan Asrama ANUGERAH dilarang pulang ke orang tua atau meninggalkan Asrama tetapi akan didampingi pengurus masing-masing Asrama untuk tetap tinggal di asrama dan mengerjakan tugas dari sekolah dan atau mengisi kegiatan dan kegiatannya diserahkan ke masing-masing Asrama.

Sementara itu, Pelayanan Ibadah keliling yang bekerjasama dengan gereja-gereja lokal diputuskan tetap dilaksanakan.

Dengan keputusan rapat internal tersebut Yayasan Pesat berharap dapat turut serta secara aktif dalam usaha mencegah penyebaran Covid19 di Indonesia, secara khusus di Papua dan selalu berdoa agar wabah Covid19 ini segera dapat berakhir. Amin.

[Nabire.Net/Hendry Kristian]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *