Aksi Pemalangan SD Kalibobo Oleh Anak Adat Nabire

Aksi pemalangan SD inpres Kalibobo Nabire oleh sekelompok warga yang menamakan anak adat mendapat perhatian serius dari warga dan orang tua murid.

Tokoh adat sekaligus kepala suku besar suku Yerisiam Nabire, S.P Hanebora, yang mendatangi lokasi pemalangan tersebut, mengaku ikut bertanggung jawab dan menjelaskan pihaknya yang sebenarnya memiliki tanah tersebut.

“Tanah ini sebenarnya punya ibu angkat saya, Wermince Rumawi. Tanah ini kami duduki dari penebangan hutan hingga akhirnya ditempati oleh sanak keluarga kami, yakni Rumawi, Inggeruhi, Yamban dan Andoi. Ya, kami minta pemerintah bisa melihat ini dan segera selesaikan secara arif dan bijaksana,” kata Hanibora.

Untuk menyelesaikan pemalangan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Briur Wenda, dan Kepala Distrik Nabire beserta Kapolsek yang datang ke lokasi, melakukan negosiasi dengan para pemalang untuk membicarakan hal tersebut guna mencari solusi terbaik.

Para warga dan orang tua murid sangat marah dan menyesalkan aksi perbuatan dari anak adat.

(Arnold Saudilla/RRI Nabire)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *