Aksi Demo Di Panca Duta Karya Abadi Nabire Kamis Lalu Tuntut Ganti Rugi Pengambilan Material

 1

Masyarakat Suku Mee dan Moni yang melakukan blokade serta perusakan terhadap  Kantor PT Panca Duta Karya Abadi kamis lalu, menuntut perusahan itu membayar ganti rugi pengambilan material berupa, pasir dan kayu  yang digunakan untuk pembangunan Jalan Trans Nabire -Timika, senilai  Rp 100 miliar.

“Mereka menuntut perusahaan membayar Rp 100 miliar, tetapi itu bisa dibicarakan, sayangnya, selama ini perusahaan dan pemerintah belum pernah berkoordinasi dengan masyarakat sehingga masalah ini muncul,” kata Sekertaris Eksekutif Lembaga Musyawarah Adat Suku Amume (Lemasa) Kabupaten Mimika,  Lukas A Magai, kemarin.

Ia mengatakan, pengunjuk rasa juga meminta agar semua sub kontraktor yang bekerja di Jalan Trans Nabire – Timika melakukan pertemuan dengan mereka. “Karena mereka telah masuk bekerja di wilayah masyarakat tanpa membayar barang milik mereka,” jelas Lukas.

Sebelumnya, Kamis 17 Oktober  2013  sekira pukul 09.30 WIT, puluhan warga merusak Kantor PT. Panca Duta Karya Abadi lantaran kecewa dengan perusaahaan itu. “Kalau manejemen mau menemui masyarakat, tentu tidak akan terjadi perusakan,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Juru Bicara Polres Mimika, Aiptu Hempi Ona mengatakan, pasca perusakan Kantor PT. Panca Duta Karya Abadi, hingga Jumat 18 Oktober 2013, massa masih menduduki halaman kantor.

“Masyarakat menuntut agar perusahaan  bertanggungjawab membayar ganti rugi material pasir dan batu,” terang Hempi Ona. Menurutnya, untuk menyelesaikaan persoalan itu, kepolisian telah memfasilitas warga dengan perusahaan. “Mudah-mudahan dalam pertemuan itu bisa menghasilkan hasil yang baik,” jelas Hempi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *