Ada 6 Kasus Lakalantas, 2 Korban Meninggal, Serta 338 Pelanggaran Selama Operasi Ketupat Matoa 2019 Berlangsung Di Nabire

Nabire – Pelaksanaan Operasi Ketupat Matoa 2019 yang dilaksanakan dari tanggal 29 Mei hingga 10 Juni 2019 telah selesai. Selama pelaksanaan Operasi, tercatat ada 6 kasus lakalantas serta 338 pelanggaran yang terjadi di kabupaten Nabire.

Hal itu disampaikan oleh Wakapolres Nabire, Kompol Steyven J. Manopo, saat mewakili Kapolres Nabire dalam pelaksanaan Apel Konsolidasi TNI/Polri, pasca Operasi Ketupat Matoa 2019, serta persiapan pengamanan Sidang PHPU 2019, bersama Kasdim 1705/PN Mayor Inf. Prihatin, bertempat di Polres Nabire, Jumat pagi (14/06).

(Baca Juga : Operasi Ketupat Matoa 2019 Digelar Dari 29 Mei Hingga 10 Juni 2019)

Dari 6 kasus lakalantas yang terjadi selama Ops Ketupat Matoa 2019 ini, semua dialami oleh pengendara motor dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 2 orang, 7 orang luka berat, 1 orang luka ringan dan kerugian materiil sebesar 81 juta rupiah.

Lebih lanjut Wakapolres mengatakan bahwa selama Operasi berlangsung, ada 338 pelanggaran yang terdiri dari penilangan sebanyak 18 kasus dan teguran sebanyak 320 kasus.

Diakhir sambutannya, Kapolres Nabire mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI/Polri serta masyarakat di Nabire, sehingga Operasi Ketupat Matoa 2019 berjalan dengan aman dan lancar.

Persiapan Pengamanan Sidang PHPU 2019

Sementara mengenai persiapan pengamanan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum 2019 yang tengah berlangsung di MK, Wakapolres mengatakan, gugatan di Mahkamah Konstitusi dampaknya bisa berimbas sampai ke Papua khususnya Calon Legislatif dan Parpol yang merasa tidak puas, ini yang perlu diantisipasi bersama oleh kita semua aparat TNI dan Polri.

“Pada pelaksanaan apel konsolidasi ini, kita mau menunjukan kesiapan TNI dan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban khusunya mengantisipasi Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pemilu 2019,” ungkap Wakapolres, seperti dilansir dari Humas Polres Nabire.

Diakhir amanat, Wakapolres juga mengatakan kebersamaan dan kekompakan TNI dan Polri sangat terasa, hal ini terlihat dari hampir tidak pernah terjadi kesalahpahaman antara anggota di lapangan. Ini semua karena kekompakan Panglima TNI dan Kapolri yang memberikan contoh baik, kepada prajurit-prajurit di lapangan.

Turut hadir dalam Apel Konsolidasi ini yaitu Bupati Nabire yang diwakili Asisten I La Halim, S.Sos, Ketua Pengadilan Negeri Nabire Erenst Jannes Ulaen, SH, MH, Danyon RK 753/AVT Mayor Inf. Arief Setiyono, S.IP, Danden Zipur 12/OHH Mayor CZI. Fadil, Kasat Pol PP Kabupaten Nabire Kompol Steven Liatpasen, Dan Sub Den Pom Kapten cpm Hartanto, Para Perwira TNI/Polri dan tamu undangan lainnya.

Adapun peserta apel, 1 regu Sub Den POM, 1 Pleton Zipur 12/OHH, 1 Pleton Yonif RK 753/AVT, 1 Pleton Kodim 1705/PN, 1 Pleton Brimon Den C Pelopor, 1 Pleton Sat Samapta, 1 Pleton Gabungan Staf, 1 regu Sat Polair, 1 Pleton Gabungan Polsek, 1 Pleton Sat Lantas, 1 Pleton Sat Intelkam, 1 Pleton Sat Reskrim, 1 Regu Sat Res Narkoba, 1 Regu Sat Pol PP, 1 regu DLLAJ, 1 Pleton Senkom, dan 1 regu RAPI Kabupaten Nabire.

[Nabire.Net]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *