Abaikan Persoalan Sampah, Nabire Belum Layak Jadi Ibukota Provinsi Papua Tengah

(Terminal Oyehe Nabire)

Pemerintah kabupaten Nabire terus menerus memperjuangkan pemekaran provinsi Papua Tengah dengan berbagai gebrakan untuk menjadikan kota Nabire menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah, namun sepertinya ada hal yang terlupakan. Hal tersebut adalah persoalan sampah.

Pasca perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 di Nabire, volume sampah di sejumlah titik yang ada di Nabire, terlebih khusus di beberapa Pasar yang ada di Nabire, semakin hari semakin meningkat. Walaupun sudah diatasi dengan gebrakan pemerintah melalui Program Jumat Pagi Bersih Lingkungan (Jumpa Berlian), namun hal itu tetap tidak menjadi solusi bagi persoalan tersebut.

Pemerintah kabupaten Nabire melalui instansi terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup terkesan kurang serius menangani sampah, padahal sampah bisa menjadi masalah yang semakin serius jika terus menerus diabaikan.

(Pasar Kalibobo Nabire)

Sejumlah pasar yang ada di Nabire seperti Pasar Sentral Kalibobo, Pasar KPR Nabarua, Pasar Karang Tumaritis dan Terminal Oyehe, dipenuhi dengan sampah yang menggunung dan mengeluarkan bau busuk.

(Pasar Karang Tumaritis Nabire)

Belum adanya Tempat Pembuangan Sampah Akhir serta ketidakseimbangan antara jumlah tempat sampah yang tersedia dan banyaknya sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, perlu dipikirkan dengan baik.

(Pasar Sore KPR Nabarua Nabire)

Ini baru di perkotaan, belum lagi masalah sampah di tempat-tempat wisata dan tempat-tempat lainnya yang ada di kota Nabire. Seharusnya pengelolaan sampah harus dipikirkan secara baik oleh pemerintah kabupaten Nabire jika ingin menjadi Ibukota Provinsi Papua Tengah. Bukan pada saat kedatangan Presiden Joko Widodo saja, tetapi bisa terus berkesinambungan dari hari ke hari. Tidak jamannya lagi hanya berwacana.

[Nabire.Net]


Silahkan Komentar

Komentar Anda

2 Responses to Abaikan Persoalan Sampah, Nabire Belum Layak Jadi Ibukota Provinsi Papua Tengah

  1. Tabroni M.Cahya says:

    Saya sepaham dengan dengan apa yg disampaikan NabireNet,ini sangat aneh sitem pengelolaan yg PEMDA Nabire lakukan.
    Dinat terkait ada tapi seolah2 petugasnya lagi tidur kebablasan mimpi masuk surga enggan keluar lagi( mati suri)
    Lantas Anggaran dari uang Rakyat APBD itu dipakai untuk apa???…
    Yg berharap lebih banyak mengkritisi soal kebjakan Pemerintah yg kurang baik,semoga Pak Bupati dan Wakil Bupati memberikan teguran keras,-yaa kalau intansi yg diberi wewenang oleh Bupati tidak mampu yaa hapus saja Dinas tersebut,biar buat MOU dengan Pihak Swasta….banyak yg siap…tkd

  2. Kalau bisa Pak BAPAK BUPATI ISAYAS DOUW, Kepala Dinas terkait masalah sampah ini, di seleksi atau di lelang…..siapa yg punya program terbaik menangani masalah sampah, dia yang dipilih jadi kepala dinas, jangan jabatan politis semata, tapi sy juga angkat topi untuk beberapa Kepala dinas memang sudah cukup baik dari pada BAPAK punya anak2 buah waktu periode pertama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.
CLOSE
CLOSE