40 Peserta Wisata Rohani & Umroh Dari Dogiyai Melakukan Perekaman E-Paspor

(Perekaman E-Paspor Peserta Wisata Rohani & Umroh kabupaten Dogiyai)

Dogiyai – Bertempat di Kantor BPKAD Dogiyai, telah dilakukan perekaman pembuatan E-Paspor untuk para peserta wisata rohani dan umroh dari kabupaten Dogiyai, Rabu (25/09).

Proses perekaman E-Paspor dihadiri oleh Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa S.IP, Kepala Kesbangpol Dogiyai, Aloisius Sabon Igor S.Pd, dan Djaloe dan 3 staf dari Imigrasi Timika, serta 40 peserta wisata rohani dan umroh.

Seperti diketahui, 40 peserta wisata rohani dan umroh tersebut berasal dari agama Kristen, Katolik dan Islam. Proses perekaman sendiri sempat terkendala karena faktor jaringan internet yang belum terlalu memadai.

Bupati Yakobus Dumupa saat diwawancarai Nabire.Net mengatakan, ini merupakan program pemerintah di bidang keagamaan sebagai wujud penghargaan atas pelayanan yang telah dilakukan oleh para pelayan dan hamba Tuhan di Dogiyai baik dari agama Kristen, Katolik maupun Islam.

Lanjut Bupati, hal ini tentu akan memotivasi mereka sehingga kedepannya pelayanan di bidang keagamaan bisa lebih ditingkatkan di Dogiyai.

Bupati juga berharap kegiatan seperti ini bisa memotivasi orang lain untuk lebih semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, karena pelayanan tidak harus di bidang pemerintahan saja tapi di bidang lain juga bisa seperti salah satunya di bidang keagamaan.

“Pengurusan Paspor sudah selesai, 1 atau 2 bulan kedepan para peserta sudah bisa diberangkatkan. Tahun depan jika dana mencukupi hal yang sama juga akan dilakukan, sehingga dipastikan seluruh pelayan dan hamba Tuhan di Dogiyai bisa diberangkatkan ke Israel maupun Mekkah sesuai agamanya masing-masing”, ujar Bupati.

Terkait masih adanya hamba Tuhan yang benar-benar melakukan pelayanan tapi terkendala karena legalitasnya sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan ini, Bupati menegaskan bahwa dokumen kependudukan sangatlah penting.

Pemerintah sudah berkemauan baik untuk memberangkatkan para hamba Tuhan. Namun urusan apapun tentu harus menggunakan dokumen kependudukan. Oleh karena itu Bupati meminta agar hamba Tuhan yang tidak mempunyai dokumen kependudukan, bisa menjadi pelahar penting bagi mereka agar di lain waktu bisa melengkapi dan mengurus dokumen tersebut.

Proses Pembuatan Paspor Hingga Pemberangkatan Peserta Wisata Rohani & Umroh

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Dogiyai, Aloisius Sabon Igor S.Pd mengatakan, Kesbangpol adalah instansi teknis yang mengeksekusi kebijakan Bupati guna mendukung visi misi Bupati.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para tokoh agama sekaligus memberi semangat dan dorongan dan juga penghargaan kepada mereka, dan dinas teknis hanya tinggal melaksanakan.

“Intinya, kita berharap masyarakat puas dengan pelayanan kita”, katanya.

Lanjutnya, terkait kedatangan pihak imigrasi Timika, hal itu dimaksudkan untuk membantu memfasilitasi para peserta yang akan diberangkatkan guna memudahkan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

Selain itu dari sisi biaya, mendatangkan staf Timika ke Dogiyai lebih efisien dibandingkan memberangkatkan 40 peserta ke Imigrasi Timika.

Setelah perekaman selesai, nanti staf Imigrasi akan kembali di Timika, dan paspor baru bisa selesai diperkirakan 1 minggu. Usai selesai, pemerintah Dogiyai akan berkoordinasi dengan Travel, dan diperkirakan pengurusan di Travel paling lambat 1 bulan.

“Setelah paspor ada baru kita bisa hubungi travel, dan travel itu paling lambat 1 bulan, kalau September ini kita bisa dapat paspor, maka awal November, peserta baru bisa diberangkatkan”, kata Aloisius.



Kepada para peserta wisata rohani, Aloisius selaku Kepala Kesbangpol Dogiyai berharap agar kegiatan ini bisa memotivasi para peserta sehingga bisa mendorong mereka lebih bersemangat melayani jemaatnya.

Kehadiran Imigrasi Timika Diharapkan Mempermudah Pelayanan Keimigrasian Di Dogiyai

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Lalu Lintas & Status Keimigrasian Timika, Djaloe Wisanggenie SH sangat berterima kasih karena sudah dipercaya pemkab Dogiyai dalam hal membantu masyarakat Dogiyai untuk membuat paspor.

“Tujuan kami selain karena permintaan dari Bapak Bupati langsung, juga memudahkan masyarakat di Dogiyai dalam hal pelayanan keimigrasian khususnya dalam pembuatan paspor”, urai Djaloe Wisanggenie.

Lanjutnya, diharapkan kedepannya akan ada perwakilan Imigrasi Timika di Dogiyai, sesuai pertemuan antara Bupati Dogiyai dengan pihak Imigrasi Timika. Sehingga nantinya warga Dogiyai dapat lebih mudah membuat paspor.

[Nabire.Net/Ones.Yobee]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *